Kamis, 21 April 2016

‘Minat’ siswa SMPTAG terhadap model UN. CBT vs PBT?



Siswa angkatan 2015/2016 di Sekolah Menengah Pertama 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Merupakan siswa angkatan pertama yang menjalankan Ujian Nasional (UN) berbasis           Computer Based Test (CBT).  Bagaimana pendapat mereka jika kita membandingan kedua basis Ujian Nasional, yaitu Computer Based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT)?

Sandra Eka, mantan ketua osis SMPTAG itu mengaku tidak terlalu percaya diri dengan adanya CBT ini. “Kalo CBT bisa ngerusak mata, silau gitu, terus deg degan liat waktunya juga, enakan PBT” akunya.

Memang, sistem CBT membuat beberapa siswa membayangkan hal yang buruk. Dari jaringan internet yang eror tiba tiba, mati lampu, sampai grogi lihat sisa waktu ditengah tengah pekerjaan. Apalagi, Tak banyak murid yang mengeluh karena tak terbiasa oleh komputer. Guruh Hakko mengatakan “Pas SD sudah pakai tulis kok, SMP pake komputer an kan kaget aja, lagian kalo PBT kan lebih simple

Namun tidak sedikit juga yang berpendapat seperti Sandra. Salah satunya Marcello, salah satu kandidat UNBK tahun ini, mengatakan bahwa sistem ini membuat siswa lebih jujur. Gagasan lain datang dari Listyawan, “CBT bsia meminimalisir waktu, tidak seperti PBT yang perlu ‘bunder bunderin’ lembar jawaban” ungkapnya.

Meski demikian, siswa siswi SMPTAG tetap harus menjalankan UNBK pada tanggal 9-13Mei 2016 nanti. Walau lebih banyak yang senang dengan PBT, harapannya untuk para kandidat UNBK dapat mengerjakan tanpa ada kesulitan di sistem komputer maupun soal yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar